JAKARTA (11 Januari): Pemerintah diminta segera membentuk tim investigasi untuk menyelidik penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak (Kalbar) di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada Sabtu (9/1). "Saya meminta pemerintah untuk segera membentuk tim investigasi mencari penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Saya berharap semua moda transportasi tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan prima dalam semua kegiatan transportasi, baik di darat, laut dan udara," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Syarif Abdullah Alkadrie, Minggu (10/1). Legislator NasDem dapil Kalimantan Barat I itu meminta pemerintah dan manajemen Sriwijaya Air untuk selalu update informasi penanganan dan pencarian pesawat dan korban jatuhnya Sriwijaya Air. "Pastikan keluarga penumpang akan diberikan kemudahan akses informasi dan pelayanan atas jatuhnya Sriwijaya Air," katanya. Syarif memberikan catatan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memprediksi bahwa akhir Desember 2020 sampai awal 2021 akan ada La Nina, di mana terjadi perubahan cuaca yang ekstrem. "Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan dan operator penerbangan harus menaati informasi cuaca agar penerbangan dapat berjalan lancar dan aman," katanya. Syarif yang juga Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Kalimantan DPP Partai NasDem itu mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 sampai saat ini, banyak pesawat diistirahatkan, termasuk pesawat maskapai Sriwijaya Air, akibat tidak adanya penerbangan. Dia menegaskan Kementerian Perhubungan sebagai pengawas, dan pihak maskapai penerbangan Sriwijaya Air mestinya tetap melakukan pemeliharaan rutin terhadap pesawat. "Apalagi usia pesawat yang jatuh ini diinfokan sudah berumur 26 tahun. Pengawasan dan cek laik terbang mesti dilakukan dengan ketat agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," pungkas Syarif. (HH/*)