Cindy Monica Dorong Investigasi Terbuka atas Insiden Kampus UNP

03 JUNI 2026, 06:53:30 WIB 2 MENIT BACA 85
Cindy Monica Dorong Investigasi Terbuka atas Insiden Kampus UNP

PADANG (3 Juni):  Anggota Komisi I DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas insiden yang mengakibatkan dua orang terkena peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat, Selasa (2/6/2026).  

Cindy menilai keselamatan warga sipil, khususnya mahasiswa dan masyarakat yang berada di lingkungan pendidikan, harus menjadi perhatian utama semua pihak. Ia mendorong agar proses penanganan korban dilakukan secara maksimal, serta memastikan seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban benar-benar ditanggung sampai tuntas sebagaimana telah disampaikan pihak terkait.

“Saya menyampaikan simpati kepada korban dan keluarga. Fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik dan pemulihan yang layak. Pada saat yang sama, kejadian ini perlu diusut secara terang, profesional, dan transparan agar masyarakat memperoleh kepastian,” ujar Cindy dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Legislator NasDem dari Dapil Sumatra Barat II itu juga meminta agar investigasi dilakukan secara objektif dengan melibatkan pihak-pihak berwenang, termasuk aparat keamanan, kampus, dan instansi terkait. Menurutnya, semua keterangan perlu diuji melalui proses penyelidikan yang hati-hati agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Karena sumber peluru masih perlu dipastikan melalui penyelidikan, semua pihak sebaiknya menahan diri dari kesimpulan prematur. Namun evaluasi terhadap standar keselamatan kegiatan latihan tembak tetap harus dilakukan secara serius,” tegasnya.

Lebih lanjut, Cindy mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan, radius keamanan, sistem pengawasan, serta mitigasi risiko pada lokasi latihan yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman, fasilitas pendidikan, atau ruang publik. Ia menilai langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Lingkungan kampus harus menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat standar keselamatan, bukan sekadar berhenti pada penanganan setelah kejadian,” tutup Cindy. (Hafid/*)