Hilirisasi Industri Jadi Kekuatan Baru Pendapatan Daerah

08 MEI 2026, 11:30:00 WIB 2 MENIT BACA 183
Hilirisasi Industri Jadi Kekuatan Baru Pendapatan Daerah

BANJAR BARU (8 Mei): Hilirisasi akan menjadi nilai tambah yang meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan. Oleh karenanya, hilirisasi industri perlu dilakukan percepatan agar menjadi kekuatan baru PAD, khususnya di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro di Kantor Gubernur Kalsel, Banjar Baru, Kamis (7/5/2026).

"Kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dimiliki Provinsi Kalsel ini harus mulai dioptimalkan melalui hilirisasi industri, yakni dengan mengelola bahan mentah seperti batu bara, kelapa sawit hingga karet di dalam daerah," ujar Fauzi. 

Legislator NasDem dari Dapil Sumatra Selatan I itu mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalsel di angka 5,67 persen atau sudah di atas rata-rata nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kalsel ditopang sektor pertambangan, perkebunan dan perdagangan.

Menurut Fauzi, hilirisasi menjadi kekuatan tersendiri Kalsel dengan sumber daya alam yang sangat melimpah. 

"Kita tau bahwa pertambangan di Kalsel ini menyumbang 26 persen dari konteks pertumbuhan ekonomi. Nah, artinya apa? Kalau dilakukan hilirisasi, ini akan menjadi PAD yang sangat luar biasa. Tidak hanya disumbangkan ke pusat, tapi menjadi kekuatan penambah PAD yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan," tukasnya.

Fauzi juga menambahkan, selain hilirisasi terhadap sumber daya alam, Kalsel juga harus segera melakukan optimalisasi serapan anggaran dan pengembangan sektor pariwisata, khususnya berbasis sungai.

"Potensi pariwisata yang harus digalakkan, karena Kalimantan Selatan ini dengan sungai yang sangat luas, menjadi potensi tersendiri di pariwisata yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan," pungkasnya. (dpr.go.id/*)