Jakarta – Selain mengkritik rencana impor LNG yang akan dilakukan Pertamina terkait potensi kebutuhan LNG yang tidak dapat disediakan Pertamina, Kurtubi mengapresiasi upaya Pertamina untuk melakukan ekspansi usaha. Hal ini disampaikannya dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR dengan Pertamina dan SKK Migas, Senin (19/10). Dia mengapresiasi apa yang dilakukan Pertamina untuk mengeksplorasi crued oil tidak hanya di Indonesia. Apalagi hal ini dilakukan dalam rangka pemenuhan ketahanan energi nasional. Untuk mendukung penuh Pertamina ini, Kurtubi meminta data detail dari sumur-sumur yang dieksplorasi Pertamina setiap tahun. Dia juga meminta penjelasan Pertamina terkait klaim sumur temuan yang menjadi sumur eksplorasi. Termasuk juga produksi-produksi Pertamina yang merupakan hasil dari investasi diluar negri. “Perlu dijelaskan Sukses fee ratio dari sisi hulu, bisnis pertamina ini seperti apa. Tidak cukup hanya jumlah pemboran eksplorasi tetapi juga berapa penemuan itu. Selain itu berapa crued oil yang pertamina peroleh dari bisnis luar negri ini,†ujarnya, Selasa (20/10). Menurut Kapoksi Komisi VII Fraksi NasDem data-data yang dimintanya sangat penting untuk memberi dukungan politik kepada Pertamina agar upayanya dapat diamini pemerintah sebagai pemilik saham terbesar perusahaan. Dia menjelaskan bahwa data tersebut akan berguna sebagai bahan argumentasi DPR untuk mendukung secara politis. Bahwa pertamina itu betul-betul melakukan ekspansi ke negara- negara potensial untuk melaksanakan produksi diluar negri. “Mungkin tidak hanya ke Aljazair, Equdor misalnya atau kenegara-negara lain seperti Venezuela, asal jangan dikibulin,†tegasnya. Kurtubi berharap ekspansi yang dilakukan Pertamina diluar negri benar-benar ditangani secara profesional dan kalau perlu merekrut tenaga-tenaga ahli yang profesional dibidangnya. Tidak hanya memahami aspek perminyakan tetapi juga memahami aspek bisnisnya dan juga bahasanya. “ Kita dorong Pertamina untuk mengembangkan sayapnya diluar negri,†pungkasnya.