Kurtubi: Ikhtiar Politik Pemerintah Ini Memperkecil Kesenjangan di NTB

20 OKTOBER 2017, 17:08:11 WIB 2 MENIT BACA 974
Jakarta – Legislator Fraksi NasDem asal Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) Kurtubi mengatakan sudah seyogyanya masyarakat daerahnya mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingat sangat perhatian dengan rakyat dan telah banyak melakukan pembangunan dalam mempercepat kesejahteraan rakyat NTB. “Meski beliau didukung hanya sekitar 25 persen di NTB sewaktu pilpres lalu. Namun dalam tiga tahun ini Presiden sudah mengunjungi NTB enam kali. Ini bukti bentuk perhatian beliau kepada rakyat NTB,” ujarnya disela-sela acara groundbreaking dan peresmian pembangunan Pembangkit 350 MW di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Peaker Tanjung Karang Mataram, Jumat (20/10). Kurtubi menuturkan hal itu dapat dibuktikan dyngan beberapa proyek pembangunan berskala besar telah dan sedang akan dibangun di NTB. Antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis Wisata di Mandalika, diikuti oleh pengembangan wisata Samota, Pantai Mawun, Selong Blanak. “Saya di Komisi VII sedang mendorong lahirnya KEK berbasis tambang di Kabupaten Sumbawa Barat, impian NTB untuk Global Hub Kayangan yang terintegrasi dengan Kota Industri dan Kilang BBM di Kabupaten Lombok Utara.  Dan hari ini saya ikut menyaksikan groundbreaking dan peresmian pembangunan Pembangkit 350 MW di NTB dan NTT yang diselenggarakan di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas PLTG Peaker Tanjung Karang Mataram,”  tegasnya. Diterangkannya meski Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB) sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Namun tetap saja penempatan NTB sebagai salah satu dari sepuluh provinsi termiskin di Indonesia. Oleh sebab itu Kurtubi mengaku, dirinya di Komisi VII DPR RI terus mendorong untuk terpenuhinya kebutuhan listrik rakyat dan listrik mendukung investasi berbagai industri di NTB. Termasuk untuk jangka panjang dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Untuk hal tersebut, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan melakukan Feasibility Study (FS) pembangunan PLTN di NTB. “Menurut saya, ini merupakan ikhtiar guna mempercepat kesejahteraan rakyat NTB sekaligus untuk memperkecil kesenjangan dengan daerah lain. Listrik yang cukup untuk menopang investasi berbagai industri akan membuka banyak lapangan kerja,” pungkasnya.