Kurtubi : Ingin konversi BBM ke BBG Segera dilakukan di Sumbawa

08 APRIL 2015, 09:59:18 WIB 2 MENIT BACA 1782

Dalam pidato pembukaan masa persidangan III tahun sidang 2014-2015, Ketua DPR RI,  Setya Novanto sempat mengatakan bahwa DPR akan mendorong pemerintah untuk mempercepat konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Apa yang disinggung oleh Setya Novanto, kembali ditekankan oleh Kurtubi dari Fraksi Partai Nasdem, Komisi VII, DPR RI. “Pemerintah harus segera mewujudkan konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar gas,” ujarnya ketika ditemui usai sidang paripurna di wisma nusantara II, Senin (23/3/15).

Kurtubi mengatakan bahwa konversi BBM ke BBG banyak keuntungan, terutama dalam rumah tangga. Penggunaan BBG dalam rumah tangga sudah merupakan hal biasa bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia, ternyata di daerah pemilihan Kurtubi sendiri, Pulau Sumbawa, belum seberuntung daerah lain.  

Bertepatan dengan momentum anggota dewan kembali memasuki masa bersidang, sehabis reses, Kurtubi mengungkapkan soal kondisi kampung halamannya.

“Rumah tangga sudah pindah dari minyak tanah ke LPG. Sementara di pulau Sumbawa belum terjadi, akibatnya minyak tanah yang disubsidi ke pulau Sumbawa banyak yang diselundupkan ke Lombok,” terangnya.

Karenanya, lanjut Kurtubi, Fraksi Partai Nasdem menginginkan konversi BBM ke LPG segera di lakukan di pulau Sumbawa. Apalagi kenyataan mensubsidi minyak tanah karena masyarakat di sana belum pakai LPG, sebenarnya merugikan negara.

“Jadi saya yang akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di pulau Sumbawa untuk memperjuangkan konversi BBM ke LPG. Yang kedua, saya akan perjuangkan aspirasi juga agar pemerintah membangun kilang minyak yang baru berlokasi di NTB.

Kurtubi yang juga dikenal sebagai tokoh yang concern dengan permigasan itu, menandaskan mind set lama masih dominan soal pembangunan kilang minyak ini. Ia mengatakan bahwa membuat kilang minyak sekarang ini orientasinya sudah berubah. Saat ini, sebutnya, bagaimana caranya agar BBM yang dihasilkan kilang minyak baru itu bisa menghasilkan dan harus dekat dengan konsumen.

“Sejak jaman belanda sampai sekarang, BBM di Bali, Lombok, Sumbawa Timur, Kupang Flores dan seterusnya, dipasok dari Balikpapan, sehingga biaya angkutnya mahal. Sekarang kalau kilang BBM-nya di pulau Lombok, maka biaya angkut BBM menjadi murah dan itu menguntungkan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Media Center Fraksi NasDem
Email   : [email protected]
CP      : Fanny Yulia (081212276996)