BATAM (17 Desember): Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi NasDem, Nyat Kadir berharap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Batam, meningkat pada tahun 2021. Pasalnya, pariwisata sebagai sektor andalan perekonomian Batam diharap mulai menggeliatkan setelah merasakan dampak terbesar akibat pandemi Covid-19. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat sebanyak 300.288 wisatawan mancanegara (wisman) mengungjungi Batam pada periode Januari-Juni 2020. Jumlah itu turun hingga 68,10% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 akibat pandemi Covid 19. Nyat Kadir menyampaikan itu seusai mengikuti pertemuan tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI dengan jajaran BP Batam, perwakilan Kementerian BUMN, perwakilan Kementerian Perindustrian, perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero), PT PGN, Perum Bulog, serta PT Pelindo 1, di Batam, Kepri, Senin (14/12). "Dengan adanya pandemi Covid-19, membuat aktivitas terutama dari sektor pariwisata di Kota Batam menurun. Sebelum pandemi, jutaan wisatawan mancanegara bisa keluar masuk, sekarang gak bisa masuk (Batam) semua. Jika pandemi ini berakhir dan pada 2021 mulai pulih, kunjungan wisatawan dibuka, maka bakal pulih pariwisatanya, pulih juga industrinya,†ujar Nyat Kadir. Legislator NasDem itu optimistis hal itu akan tercapai. Pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi di Batam melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi nasional, mencapai 5,9%. “Untuk itu perlu ada sinergi dan koordinasi antara lembaga, baik secara vertikal maupun horizontal. Perlu pula ditingkatkan koordinasi antara kementerian dan (perusahaan) BUMN," kata anggota DPRRI dari NasDem dapil Kepri itu. (dpr.go.id/HH/*)