Prananda Paloh: Mesti Ada Saling Pengertian Demi Tumbuhnya Kerukunan di Tolikara

21 JULI 2015, 11:36:05 WIB 2 MENIT BACA 1401

Jakarta - Anggota Komisi I DPR Prananda Paloh berpandangan, terjadinya insiden sosial di wilayah Tolikara, Papua yang menelan korban jiwa, luka-luka dan harta benda, sangat memprihatinkan. Meskipun, insiden tersebut bisa diselesaikan secara damai dan bermartabat.

"Wilayah Tolikara adalah wilayah yang tidak bermasalah secara konflik horizontal terkait agama. Sehingga yang harus dilakukan adalah meningkatkan dialog dan “pengertian” diantara umat beragama yang ada disitu," ujarnya, seperti ditulis di situs pribadinya pranandapaloh.info.

Menurutnya, umat Kristen di daerah tersebut selama ini telah menerima dan berdampingan secara damai dan indah. Sebaliknya, umat Islam juga tidak segan menunjukkan pengertian dengan kebijaksanaan lokal pada umat lain. Hal ini seperti dicontohkan oleh umat Islam di Bali yang menghormati suasana sunyi pada Hari Raya Nyepi umat Hindu Bali.

"Saya juga menghimbau hal ini diselidiki secara tuntas, oleh hukum. Siapapun pihak yang bersalah baik oknum dari masyarakat atau aparat harus berhadapan dengan hukum," tambahnya.

Namun lebih penting lagi, bagi putra Surya Paloh ini, penyelesaian kasus semacam di Tolikara ini harus memperhatikan akar masalah, yakni rasa keadilan sosial bagi masyarakat Papua, terutama warga Tolikara. Untuk itu, penyelidikan secara komprehensif dari kampus-kampus dalam bentuk riset sosial, juga sangat penting di lakukan. Menurutnya ini penting agar penyelesaian konflik bisa berjangka panjang dan substansial.

"Hal ini penting untuk memberikan panduan ilmiah pada penyelesaian masalah sosial yang kian menyeruak dan kompleksn," pungkasnya.