Prananda Paloh: Nasionalisme Tanpa Nilai Agama Adalah Nasionalisme Hampa

08 MARET 2018, 15:28:30 WIB 2 MENIT BACA 1932
Prananda Paloh: Nasionalisme Tanpa Nilai Agama Adalah Nasionalisme Hampa

Deli Serdang, Sumatera Utara - Anggota Komisi I DPR-RI Fraksi NasDem Prananda Surya Paloh  mengunjungi Dusun III Desa Lalang Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara,  Kamis, (8/3).

Kedatangan putra Ketua Umum Partai NasDem, Surya  Paloh ini, selain menyambangi konstituen ibu-ibu pengajian, ia juga  melihat kondisi bangunan tempat kamar wudhu Masjid Ubudiyah.

Ketua  Umum Garda Pemuda NasDem ini, disambut ratusan ibu-ibu pengajian dari  tiga desa yang sejak siang sudah menunggu di dalam masjid. Kedatangan  Prananda Surya Paloh ditandai dengan kata sambutan dari Badan Kenaziran  Masjid Ubudiyah dan Kepala Desa Dusun III Kampung Lalang Kabupaten  Deliserdang, Indrayani Nasution SH.

Dalam sambutannya, Indrayani  memaparkan bahwa pengajian bapak- bapak dan ibu-ibu juga remaja masjid  dilakukan sebulan sekali secara bergantian. Dari pertemuan tersebut,  para jemaah pengajian diwajibkan untuk menyisihkan uang Rp.1.000  perorangan.

"Pengajian ini kita lakukan seminggu  sekali dan mengutip dana sebesar Rp.1.000 per orang. Dari hasil mengumpulkan dana tersebut nantinya akan diserahkan kepada 74 anak yatim  piatu di saat bulan ramadan dan Idul Fitri. Karena kita lebih memberi  ketimbang menerima. Memberi itu paling nikmat apa lagi untuk bagi  orang-orang yang membutuhkannya. Untuk itu kami mengharapkan bapak Prananda Surya Paloh sebagai politisi muda dari Partai NasDem dan selaku  tokoh muda, untuk dapat memberikan perhatian yang lebih pada pengajian  dan masjid ini," ujar Indrayani Nasution.

Prananda  Surya Paloh mengatakan bahwa dirinya merasa senang berada di tengah-  tengah ibu-ibu dan bapak-bapak pengajian Masjid Ubudiyah Dusun III Desa  Lalang Kabupaten Deliserdang.

"Senang rasanya berada  di sini. Sebagai sesama umat muslim senang rasanya bersedekah kepada sesama umat Islam. Ini merupakan bentuk komitmen kami Partai NasDem pada  umat muslim dan muslimah di Sumut," ujar Prananda.

Kami ingat, sambung Prananda, tanpa agama Islam, nasionalisme yang dijunjung Partai NasDem adalah nasionalis hampa.

"Belakangan  ini sering terjadi polemik politik adu domba di Indonesia. Politik yang  mengumpankan agama, suku ras. Saya di sini mengajak kepada ibu-Ibu  jangan mau diadu domba dan dipecah belah," tegas Prananda.

Prananda juga mengatakan bahwa persatuan adalah di atas segalanya, di atas suku, ras dan agama.

"Kami juga tau Islam adalah di atas segala-galanya. Muslim adalah agama  mayoritas tapi juga kami mengajak untuk saling menghargai dan Saling  menjaga," ujarnya.

Lebih jauh menambahkan, apa yang dilakukan Partai NasDem berupa sumbangan janganlah dilihat dari nilainya.

"Tapi  lihatlah niat ketulusan dan keikhlasan. Mudah-mudahan kami dari Partai  NasDem dapat terus melakukan dan berbuat untuk umat muslim yang ada di  Sumatera Utara ini," ujar Prananda menutup.