Program Rusunawa TOD Jadi Solusi Masalah Hunian dan Transportasi Perkotaan

25 MEI 2026, 14:23:48 WIB 2 MENIT BACA 206
Program Rusunawa TOD Jadi Solusi Masalah Hunian dan Transportasi Perkotaan

DEPOK (25 Mei): Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, mengapresiasi program Rusunawa Transit-Oriented Development (TOD) di Pondok Cina, Depok, yang dinilai mampu menjadi solusi backlog perumahan sekaligus memudahkan akses transportasi publik bagi masyarakat.

Menurut Teguh, konsep hunian yang terintegrasi dengan transportasi umum merupakan langkah tepat di tengah tingginya harga properti perkotaan yang tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan masyarakat.

“Program ini sangat baik karena mengintegrasikan hunian dengan akses transportasi umum sekaligus mengurangi angka backlog perumahan,” ujar Teguh dalan kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Depok, Jawa Barat, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS 2023, backlog perumahan di kawasan Jabodetabek masih tinggi dan mencapai lebih dari 2,9 juta unit. Sementara di Kota Depok, backlog tercatat sekitar 170 ribu unit.

Legislator Fraksi Partak NasDem dari Dapil Sulawesi Selatan II itu menilai program Rusunawa TOD perlu terus dikembangkan dan diperluas karena terbukti diminati masyarakat. Tingkat okupansi Rusunawa TOD Pondok Cina bahkan telah mencapai 90 persen.

Selain menyediakan hunian subsidi, kawasan TOD tersebut juga memiliki apartemen komersial sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Teguh juga meminta pemerintah melakukan pengawasan berkala agar program hunian berbasis integrasi transportasi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya warga lokal.

“Kami berharap ke depan pembangunan TOD dapat diprioritaskan untuk keluarga lokal agar mereka juga bisa mendapatkan hunian yang layak,” tukasnya. (dpr.go.id/)