Malut - Anggota DPR RI Dapil Maluku Utara Ahmad Hatari, saat melakukan reses di Desa Aru Irian, Kecamatan Morotai Selatan Barat Kabupaten Pulau Morotai, (317). Seakan kembali ke kampung halaman sendiri. Politisi Partai Nasdem ini disambut tangis sukacita oleh warga kampung. Ada yang menarik dalam reses masa siding keempat yang dilakukan oleh Ahmad Hatari kali ini. Warga kampung yang rata-rata keturunan Papua itu menyambut Hatari seperti orang tua pada anaknya yang telah lama merantau. Isak tangis kegembiraan dan pelukan hangat dari warga desa. Tak mengherankan suasan yang menggembirakan tersebut karena Hatari sendiri pernah hidup lama di Desa ini. Kaitan sejarah itu pula yang tampaknya mendorong pria asal Gurabati, Tikep, ini mendapat 100 persen perolehan suara di desa yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Daruba itu. Hatari yang didampingi perwakilan Kementerian Biro Keuangan Pusat dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai juga disambut dengan tarian khas Desa Aru Irian, Tarian Yospan. Tak ketinggalan, di tengah lantunan musik yanger membuat Hatari turut menari bersama warga. Pelelangan gelang akar bahar pun dilakukan warga dalam kesempatan tersebut. Berbagai gelang akar bahar aneka bentuk dilelang pada tamu-tamu tersebut yang langsung berebutan membelinya. Agenda utama Hatari sendiri dalam reses kali ini adalah mendengarkan aspirasi masyarakat untuk diteruskan ke pemerintah daerah setempat. Selain itu, Hatari menggandeng tim dari Kementerian Keuangan untuk sekaligus melakukan sosialisasi anggaran desa. Hal ini dilakukan karena Pemerintah pusat akan menyalurkan anggaran dana desa tahap ke dua dan ke tiga dalam waktu dekat. "Jadi kita juga akan melakukan sosialisasi dana desa tahap kedua dan ketiga, serta bagaiman penggunaannya," terang Hatari. Sosialisasi ini penting dilakukan karena sedikitnya ada Rp 150 milyar dana desa yang beredar di Malut. "Oleh karena itu, saya ingatkan kepada anggota DPRD Morotai agar memperhatikan masyarakat Morotai, dan mengawal anggaran ini dengan baik," himbaunya. Menurut Hatari, kedatangannya ke Desa Aru Irian merupakan bentuk pengabdiannya terhadap desa yang telah memberikan 100 persen suara untuk dirinya dalam Pileg lalu. Selain mendengarkan aspirasi masyarakat, Hatari juga memberikan bantuan. "Jelang Natal nanti saya juga akan datang ke desa ini, dan mudah-mudahan dengan bantuan yang saya sampaikan ini, bisa bermanfaat bagi desa ini dan menambah anggaran pembangunan gereja," ujarnya. Diolah dari sumber: http://portal.malutpost.co.id/en/