Reses Ahmad HM Ali

08 APRIL 2015, 23:09:15 WIB 4 MENIT BACA 1828

Kabupaten Banggai
Kamis itu, tanggal 5 Maret 2015, ratusan warga begitu antusias berkumpul di Balai Pertemuan Umum Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Hari itu, anggota DPR-RI dari Sulawesi Tengah dari Fraksi NasDem Ahmad HM. Ali membuka forum silaturahmi bersama masyarakat dari Kecamatan Bunta, Kecamatan Nuhon, dan Kecamatan Simpang Raya.



Ahmad HM. Ali menemui masyarakat dan konstituennya dalam masa reses II ini untuk dapat menyampaikan secara langsung, apa saja yang telah dilakukannya setelah dilantik. Jabatan baginya merupakan hal yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya ketika akan melepas jabatan, namun komunikasi terus menerus dilakukan, agar masyarakat dapat mengevaluasi perwakilannya.

Sekalipun baru dilantik pada 1 Oktober 2014 lalu, tapi untuk mewujudkan komitmen restorasi dan spirit membangun daerah, Ahmad HM. Ali telah sukses mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 triliun lebih untuk Sulawesi Tengah dalam rancangan APBN 2015. Betapa tidak, saat ini ia duduk di Badan Anggaran yang memang membahas mengenai anggaran negara. Lebih lanjut, Ahmad HM. Ali menjelaskan bahwa terkhusus Kabupaten Banggai, terdapat anggaran sebesar  Rp 45 milyar untuk tambahan pembangunan bandara Bubung, pada APBNP 2015.

Dalam tatap muka di Balai Pertemuan Umum Umum Kecamatan Bunta itu, ia juga menekankan bahwa selain untuk pembangunan infrastruktur transportasi, juga terdapat anggaran 20 milyar lebih untuk pembangunan sumber daya air. Hal ini tentu menjadi fokus pula baginya, karena tanggung jawabnya di komisi V yang memang berupaya untuk meningkatkan pembangunan di desa dan daerah-daerah yang selama ini luput dari sentuhan pembangunan. Air merupakan hak hidup warga negara yang seharusnya dapat difasilitasi oleh pemerintah dalam distribusi dan penggunaannya di masyarakat.

Masyarakat Kabupaten Banggai senantiasa memanggil Ahmad HM Ali dengan panggilan Mat Sun, karena memang begitulah ia dikenal. Dalam kesempatan tatap mukanya bersama masyarakat dalam reses ini, Ali menegaskan pentingnya kelancaran komunikasi antara pemerintah daerah dan pusat. Betapa tidak, Ali mengungkapkan bahwa seharusnya alokasi anggaran untuk Kabupaten Banggai ini bisa diperoleh lebih besar lagi, dibandingkan kabupaten lain di Sulteng. Akan tetapi, patut disayangkan buruknya komunikasi yang dibangun pemerintah daerah dengan perwakilan DPR-RI dapil Sulteng di Senayan. Maka, alokasi anggaran tak dapat diperjuangkan dengan maksimal di dalam pembahasan APBNP.

Lebih jauh, Ali menegaskan bahwa untuk membangun daerah tidak cukup hanya mengandalkan APBD semata. Karena sebagian besar alokasi anggaran yang bersumber dari anggaran daerah biasanya habis digunakan untuk belanja rutin daerah atau mandatory spending.  Ahmad HM. Ali pun kemudian memberikan contoh, Ketua DPW Partai NasDem Sulteng ini mengungkapkan bahwa sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Banggai (Ketua DPD NasDem), Moh. Riffai Dg Matorang dan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Banggai, Sientje Najoan telah berulang kali menyampaikan permohonan perbaikan Puskesmas Bunta. Namun komunikasi yang terbangun hanya sebatas sesama kader partai saja, sementara Pemda Banggai secara resmi tidak pernah mengajukan permohonan resmi.

Alhasil, aspirasi untuk anggaran perbaikan sarana kesehatan masyarakat ini tertunda di tahun 2015 ini. Ahmad HM. Ali kemudian menjanjikan untuk membahas pembangunan Rumah Sakit Bunta pada postur APBN tahun anggaran 2016. Jelaslah bahwa sungguh diperlukan kerja sama dengan anggota DPR-RI lainnya sesama perwakilan Sulteng. Selain itu juga dukungan Pemda Banggai untuk menyediakan data-data teknis guna pembahasan anggaran di DPR RI nantinya.



Kabupaten Morowali Utara
Gedung Olahraga Koramil Kolonodale di Morowali Utara itu pun dipenuhi oleh masyarakat yang antusias mengikuti pertemuan bersama perwakilan mereka di DPR-RI, Ahmad HM. Ali. Meskipun di hari Minggu (8/03), tak menyurutkan semangat masyarakat untuk berdialog dengan perwakilan rakyat Sulteng yang berkomunikasi berkala dalam masa reses II itu. Masyarakat pun menemukan muara untuk menyampaikan uneg-uneg dan aspirasinya.

Pertanyaan terkait pembangunan menjadi hal yang senantiasa ditanyakan, berhubung Kabupaten Morowali Utara yang disingkat Morut ini adalah kabupaten baru hasil pemekaran. Selain itu, masyarakat juga menanyakan mengenai bupati, hingga pemilihan gubernur Sulteng di bulan Desember mendatang. Menanggapi aspirasi rakyat tersebut, Ahmad Ali berpesan agar dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Morut mendatang, masyarakat harus lebih cerdas dan selektif dalam memilih figur pemimpin. Ia bahkan menegaskan, sebaiknya masyarakat Morut memilih putra daerah sendiri.

"Tentu harus putra daerah, agar ketika dia memimpin dia mau memajukan daerah ini. Pasti dia akan malu jika gagal membangun daerahnya sendiri," kata Ahmad Ali. Selain itu, masyarakat pun menyampaikan keinginannya untuk mengusung Ahmad HM Ali sebagai calon gubernur Sulteng dalam pilkada tahun ini, karena ia juga menjabat Ketua DPW Partai NasDem Sulteng.