Jakarta – Sejumlah Karyawan Merpati mendatangi Fraksi NasDem di DPR mengadukan hak-hak mereka yang tak kunjung dipenuhi. Kedatangan 17 orang perwakilan karyawan BUMN penerbangan perintis ini diterima oleh Anggota Komisi IX Irma Suryani Chaniago, Rabu (01/07). Dalam audiensi tersebut, pemimpin perwakilan karyawan Merpati I Wayan Nuarta mengeluhkan gaji yang tak kunjung dibayar selama 20 bulan. Wayan menyebutkan pembayaran gaji yang berlarut-larut ini telah menyengsarakan karyawan. PT. Merpati Nusantara Airlines yang saat ini statusnya sudah mati suri. “Hari Senin kemarin kami menyampaikan surat ke Komisi IX untuk menyampaikan keluhan kami bahwa karyawan Merpati belum dibayar sampai saat ini. Sudah 20 bulan (lamanya). Tolong bantu kami, karena sudah dua kali tidak bisa lebaran. Ini teman-teman kami dari Surabaya juga hadir di sini,” beber Wayan. Wayan memaparkan bahwa untuk bertahan hidup, karyawan Merpati harus tunggang langgang mencari penghasilan lain. Audiensi dengan Fraksi NasDem ini adalah upaya terakhir yang menjadi harapan ribuan karyawan Merpati agar jeritan mereka didengar. Pasalnya segala upaya sudah dilakukan oleh I Wayan Nuarta dan karyawan lainnya, termasuk meminta rekomendasi dari Komnas HAM, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Kemenko PMK), Menteri Sekretaris Negara, serta ke PT. Perusahaan Pengelola Aset (PT. PPA). Namun dari semua pihak yang telah disambangi, belum memberikan hasil apapun. Irma Chaniago menyatakan kesiapannya untuk mengawal perjuangan para karyawan Merpati ini di DPR. Untuk langkah pertama, Irma menginisiasi pembuatan surat resmi atas namanya untuk dikirim ke Kementerian BUMN dan juga langsung ke Presiden. Selain itu, apabila langkah tersebut tidak mendapat respon yang positif, maka Irma siap memimpin audiensi karyawan Merpati dengan Kementerian BUMN bahkan Presiden. “Surat itu tidak hanya akan kita kirim kepada Kementerian (BUMN), namun juga kepada Presiden. Karena Presiden harus tahu permasalahan ini. Kalau memang surat ini tidak digubris, maka kita akan sama-sama audiensi ke mereka, dan saya akan memimpin audiensi,” tegas legislator yang dikenal sebagai aktivis buruh ini. Selain itu, Irma akan menyampaikan persoalan ini dalam rapat Komisi IX. Ia mengharapkan dapat mendorong Komisi IX melakukan pemanggilan terhadap Menteri BUMN untuk menjelaskan duduk perkara Merpati ini. “Itu yang menjadi perhatian kita, selain juga saya akan bicara kepada Komisi IX. Nanti mudah-mudahan Komisi IX bisa memanggil menteri, terkait pembayaran gaji ini, agar bisa dipertanggungjawabkan dan mengetahui apa sih masalahnya,” jelasnya. Audiensi ini adalah kali kedua setelah pertemuan audiensi karyawan Merpati bertemu Fraksi NasDem pertama kali di bulan Januari 2015.