Viktor Laiskodat Tegaskan Kemajuan Bertumpu pada Kualitas Manusia

21 JULI 2026, 11:07:12 WIB 5 MENIT BACA 39
Viktor Laiskodat Tegaskan Kemajuan Bertumpu pada Kualitas Manusia

TIMUR TENGAH UTARA (21 Juli): Lebih dari 1.000 warga memadati lokasi pertemuan di Desa Oesena, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/7/2026). Antusiasme masyarakat mewarnai dialog bersama anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan NTT II, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang datang untuk menyerap aspirasi sekaligus mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Bagi Viktor, setiap kunjungan ke daerah pemilihan memiliki makna penting karena menjadi ruang untuk mendengar suara masyarakat secara langsung dan memahami persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi itu, menurutnya, menjadi landasan dalam memperjuangkan kebijakan di tingkat nasional.

“Kehadiran saya di Desa Oesena adalah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memahami kebutuhan riil yang dihadapi warga Timor Tengah Utara sebagai bagian dari Daerah Pemilihan NTT II yang saya wakili,” ujar Viktor.

Ia mengatakan, semangat pengabdian kepada masyarakat telah ditanamkan sejak masa kecil. Nilai itu, menurutnya, terus menjadi pegangan dalam setiap amanah yang dijalankan, baik ketika memimpin NTT sebagai gubernur maupun kini sebagai anggota DPR RI dan Ketua Fraksi Partai NasDem.

“Sejak kecil orangtua mengajarkan saya untuk hidup bagi sesama. Apa pun jabatan yang saya emban hanyalah sarana untuk mengabdi. Bahkan ketika kehidupan saya masih sederhana, saya sudah berusaha membantu biaya pendidikan orang lain. Prinsip itu tidak pernah berubah,” katanya.

Dalam dialog bersama warga, Viktor memberi perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia. Ia menilai kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas manusianya, terutama perempuan yang memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan melahirkan generasi masa depan.

“Perempuan yang cerdas akan melahirkan keluarga dan generasi yang kuat. Karena itu saya ingin semakin banyak perempuan TTU memperoleh kesempatan belajar hingga ke luar negeri, lalu kembali menjadi pemimpin di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Menurut Viktor, tantangan pembangunan di TTU tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut persoalan stunting, layanan kesehatan, dan mutu pendidikan. Oleh karena itu, investasi terbesar harus diarahkan pada pembangunan manusia.

“Anak-anak harus tumbuh sehat, memiliki karakter yang baik, dan memperoleh pendidikan yang berkualitas. Tanpa sumber daya manusia yang unggul, pembangunan fisik tidak akan membawa perubahan yang berarti,” katanya.

Meski demikian, Viktor mengapresiasi berbagai kemajuan yang mulai terlihat di TTU, terutama peningkatan infrastruktur dan konektivitas yang dinilainya menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Perkembangan seperti ini lahir dari kepemimpinan yang memiliki visi jauh ke depan. Namun program-program yang baik tidak boleh berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan. Siapa pun pemimpinnya harus berani melanjutkan dan menyempurnakan apa yang sudah berjalan baik,” tuturnya.

Di bidang ekonomi, Viktor mengajak masyarakat membangun budaya kerja yang produktif serta mengubah cara pandang terhadap lapangan pekerjaan. Menurutnya, kesejahteraan tidak selalu identik dengan pekerjaan di balik meja kantor.

“Kita harus meninggalkan pola pikir bahwa semua orang harus bekerja di kantor. Pertanian, peternakan, perikanan, dan industri kecil memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara profesional,” ujarnya.

Ia juga menilai potensi pertanian TTU perlu ditingkatkan melalui hilirisasi agar hasil panen memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Komoditas seperti pisang, melon, semangka, dan berbagai hasil pertanian lainnya, kata dia, seharusnya mulai diolah menjadi produk siap jual.

“Kita tidak boleh terus menjual hasil panen dalam bentuk mentah. Dengan teknologi yang kini semakin mudah dijangkau, masyarakat dapat mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, meningkatkan pendapatan, sekaligus mengurangi kerugian karena hasil panen cepat rusak,” katanya.

Sejalan dengan itu, Viktor mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.

“Petani harus didukung dengan alat, mesin, dan teknologi yang sesuai. Pertanian masa depan harus bertumpu pada inovasi dan ilmu pengetahuan agar produktivitas terus meningkat,” ujarnya.

Perhatian yang sama juga diberikan pada sektor pendidikan. Viktor berharap semakin banyak generasi muda TTU memilih pendidikan vokasi, teknik, manufaktur, dan teknologi sebagai bekal menghadapi persaingan global.

“Indonesia membutuhkan generasi yang mampu menciptakan mesin, membangun industri, dan menghasilkan inovasi, bukan hanya menjadi pengguna teknologi,” katanya.

Ia juga mendorong anak-anak muda menguasai bahasa Inggris dan bahasa Mandarin sebagai bekal untuk mengakses pendidikan, teknologi, perdagangan, serta jejaring internasional.

“Saya berharap semakin banyak anak muda TTU memperoleh kesempatan belajar ke luar negeri, khususnya ke China, mempelajari teknologi dan industri, lalu kembali membangun daerahnya sendiri,” ujar Viktor.

Menurut dia, kemampuan intelektual masyarakat Timur tidak kalah dengan daerah lain. Tantangan yang selama ini dihadapi lebih banyak berkaitan dengan terbatasnya akses terhadap kesempatan.

“Orang Timur tidak kalah cerdas dibandingkan siapa pun. Yang sering kali kurang hanyalah kesempatan. Ketika kesempatan itu datang, manfaatkanlah sebaik mungkin,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Viktor juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika global, mulai dari konflik internasional hingga perlambatan ekonomi dunia yang turut memengaruhi ruang fiskal pemerintah.

“Kondisi itu tentu berdampak pada berbagai program pembangunan. Namun kita tidak boleh kehilangan semangat. Setiap kebijakan harus terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menutup dialog, Viktor mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Kemajuan Timor Tengah Utara hanya dapat dicapai apabila pemerintah dan masyarakat berjalan bersama. Terima kasih atas seluruh aspirasi yang telah disampaikan. Semua masukan akan kami tindak lanjuti bersama tim. Saya berharap kita terus bekerja sama membangun TTU menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. (bronto/*)