JAKARTA (15 Agustus): Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mematangkan seluruh aspek teknis dan operasional demi kelancaran ajang MotoGP Mandalika yang akan diselenggarakan Oktober 2025.Mori menilai, seri Mandalika tahun 2025 berpotensi menjadi salah satu yang paling ramai sepanjang kalender balap MotoGP. Tingginya minat penonton diperkirakan melonjak seiring peluang besar Marc Márquez mengunci gelar juara dunia di Lombok.“Kita tahu orang Indonesia adalah salah satu fans terbesar MotoGP, apalagi untuk Marc Márquez. Dengan peluang besar Márquez menjadi juara umum di Mandalika, saya memprediksi jumlah penonton yang datang ke Lombok akan membludak, baik melalui transportasi udara maupun laut,” ujar Mori, Kamis (14/8/2025).Legislator dari NTB itu menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur transportasi, mulai dari penambahan frekuensi penerbangan, optimalisasi pelabuhan, manajemen lalu lintas, hingga layanan transportasi publik dari dan menuju sirkuit. Mori juga mengingatkan agar harga tiket pesawat tetap stabil menjelang berlangsungnya MotoGP.Mori juga meminta jalur dari area hotel ke sirkuit disiapkan untuk menghindari kemacetan, serta memastikan titik naik-turun taksi jelas dengan penandaan yang mudah dipahami wisatawan. Sinergi antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), DAMRI, Garuda Indonesia, dan BUMN transportasi lainnya dinilai penting untuk memastikan integrasi moda udara, darat, dan laut.“Meskipun masih dua bulan lagi, koordinasi dan langkah antisipasi harus dimulai sekarang. Jangan sampai momentum besar ini terganggu hanya karena persoalan teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi,” tegas Mori.Mori juga menekankan bahwa MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balap, tetapi juga etalase promosi pariwisata dan penggerak ekonomi NTB. “Saya akan terus mengawal agar semua pihak bekerja maksimal sehingga MotoGP Mandalika 2025 menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia,” pungkasnya. (Yudis/*)