Jakarta – Anggota Komisi IV DPR, Hamdhani menyebutkan fenomena kekeringan yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, sudah sangat mengkhawatirkan. Ia menyebutkan temuannya di Kalimantan Tengah, Kabupaten Kotawaringin Timur, bahwa masyarakat terpaksa mengonsumsi air yang tak layak akibat kekeringan. “Kondisinya daerah kesulitan air bersih. Ketika kemarau, air asin dari laut masuk ke sungai-sungai. Jadi airnya tidak layak di konsumsi karena payau,” sebut anggota Fraksi NasDem ini. Dalam resesnya ke daerah pemilihan, Hamdhani meyakini kasus kekeringan terjadi merata di seluruh Indonesia, meski hujan telah mulai turun di sebagian daerah di Pulau Kalimantan seperti Pontianak. Hamdani mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar berperan maksimal dalam menanggulangi bencana kekeringan ini. Karena, jika warga ingin membuat sumur sebagai sumber air rumah tangga, biayanya tentu tidak murah. Hal ini dapat dilakukan sebagai solusi dan penanggulangan kasus serupa di masa datang. “Solusinya menurut saya, masyarakat membuat sumur-sumur buatan. Tapi sumur buatan juga biaya galiannya memang agak mahal, maka harus ada bantuan dari pemerintah. Meskipun memang sejauh ini sudah ada bantuan pemerintah, namun tetap saya akan sampaikan atau mempertanyakan langsung bagaiamana realisasi program ini selanjutnya. Terutama untuk daerah-daerah yang dekat di pesisir pantai,” paparnya Bahkan Hamdhani mendorong pemerintah dapat lebih maju dalam menjamin ketersediaan air bagi masyarakat. Misalnya dengan membangun pipa-pipa bawa tanah yang berfungsi menyalurkan air bersih ke rumah-rumah. Mantan anggota DPD ini meminta pemerintah sigap menangani bencana kekeringan yang tengah terjadi untuk selanjutnya agar tak berdampak buruk pada kehidupan masyarakat dan pertanian. Pertama, pemerintah harus membangun irigasi-irigasi primer maupun sekunder di tengah persawahan warga. Irigasi di persawahan menurut Hamdhani lebih dibutuhkan, sehingga pembangunan irigasi di pemukinan tak terlalu mendesak, karena masyarakat dapat swadaya. Selain itu, pemerintah harus maksimal menyelesaikan pengairan bagi daerah-daerah tandus. Kedua, pemerintah dapat memberikan bantuan pompa air.Hal ini akan mendorong masyarakat menggali sumur sendiri. Dan ketiga, Hamdhani mengingatkan kesadaran masyarakat agar tidak menebang dan membakar hutan. Masyarakat seharusnya dapat sadar melakukan pemanfaatan dan penataan hutan. "Harus kita sadari adanya cuaca panas seperti ini diakibatkan banyaknya tebangan hutan, sudah gundul. Sehingga air di permukaan sekarang sudah menciut. Tidak ada lagi keseimbangan," sesalnya.