JAKARTA (17 Juni): Kapoksi Partai NasDem Komisi III DPR RI, Machfud Arifin, mendorong penguatan teknologi informasi (IT) di lingkungan Polri sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pelayanan masyarakat.Machfud menegaskan dukungannya terhadap usulan anggaran 2027 yang diajukan institusi kepolisian. Menurutnya, kebutuhan anggaran tersebut telah disusun berdasarkan kebutuhan riil mulai dari tingkat Mabes Polri hingga polda dan polres di seluruh Indonesia.“Tentunya kami sangat mendukung anggaran yang diajukan oleh Polri ini karena sudah dirancang betul dari Mabes Polri sendiri kebutuhan berapa, polda-polda, polres-polres,” ujar Machfud dalam Raker Komisi III DPR dengan Polri, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/6/2026).Legislator Fraksi Partai NasDem itu menilai penguatan teknologi menjadi kebutuhan mendesak seiring semakin kompleksnya tugas-tugas kepolisian. Karena itu, Machfud meminta program pembangunan dan pengembangan sistem teknologi informasi Polri tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.“KUHAP menuntut tugas Polri menggunakan peralatan yang mendukung tugas-tugas kepolisian. IT-nya itu tentunya membutuhkan anggaran yang cukup besar. Saya berharap yang bersifat satu paket itu jangan sampai nanti karena ada efisiensi terus kemudian tidak dilanjutkan. Paket IT terutama, itu jangan di-cut,” tegasnya.Selain teknologi, Machfud juga menyoroti kondisi sejumlah fasilitas pendidikan kepolisian yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, banyak gedung Sekolah Polisi Negara (SPN) yang sudah berusia puluhan tahun dan belum mendapatkan perbaikan memadai.“Gedung-gedung sekolahnya sudah lama. Ada yang dibangun tahun 1955, tetapi belum ada perbaikan yang signifikan. Bagaimana kita bisa mencetak polisi yang handal jika fasilitas pendidikannya tidak memadai,” katanya.Machfud berharap anggaran Polri ke depan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung modernisasi teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan anggota kepolisian. (yudis/*)